Washington - Terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, banyak konsekuensi dihadapi Barack Obama. Selain boyongan ke Washington untuk menempati kediaman resmi presiden, Gedung Putih, Obama tampaknya juga tak bisa lagi memakai handset favoritnya, Blackberry, bahkan untuk sekadar mengirim e-mail ataupun aktivitas lainnya.
Dikutip detikINET dari Telegraph, Senin (17/11/2008), tak diperbolehkannya pemakaian Blackberry oleh presiden itu bukan tanpa alasan. Pemakaian Blackberry dinilai punya risiko keamanan cyber dari para hacker sehingga kemungkinan besar presiden tak boleh memakainya.
Selain itu, setiap e-mail yang dikirim presiden harus direkam dan mungkin diungkap ke publik di bawah hukum Presidential Records Act. Jadi, Obama tidak perlu lagi memakai e-mail jika tidak ingin e-mail pribadinya diungkap ke publik.
Padahal sebagai presiden yang amat melek teknologi, Blackberry termasuk perangkat kesukaan Obama. Menurut David Axelrod, tim strategi Obama, sang presiden semasa kampanye selalu mengutak atik e-mail via Blackberry.
Bukan hanya itu, ia juga sering menulis memo dan draf buku di handset buatan perusahaan RIM tersebut. Namun meski rasanya berat, Obama tampaknya harus bersiap mengucap selamat tinggal pada Blackberry-nya demi menjamin keamanan.
its ME!
- Arie Ronic
- EXIT PERMIT: sat at 1-3pm Gadget Room: sunday at 6-9


0 komentar:
Posting Komentar