Diposting oleh Arie Ronic / Category:

Dengan makin populernya format digital maka lambat laun format analog mulai ditinggalkan orang termasuk soal urusan camcorder. Dan melihat perkembangannya, sepertinya Sony HDR-HC9 ini adalah produk camcorder terakhir Sony yang menggunakan format pita atau yang dikenal sebagai format HDV.

Sony HDR-HC9

Sebenarnya kalau dilihat dari spesifikasi yang disebutkan pabriknya, Sony HDR-HC9 ini masih tak jauh beda dengan pendahulunya, Sony HDR-HC7E. Tapi jika mempertimbangkan bahwa kualitas hasil rekaman HDR-HC7E masih cukup bisa diandalkan, maka bisa dipastikan bahwa Sony HDR-HC9 ini pun masih cukup handal soal kualitas gambar. Ini bisa dimaklumi karena format analog memang masih lebih bisa diandalkan ketimbang format digital meski yang terakhir menawarkan kemudahan yang lebih.

Lalu apa yang berubah pada Sony HDR-HC9 ini? Yang pertama terlihat jelas adalah tampilan luarnya. Bentuk bodi camcorder ini dirancang ulang dan menawarkan tingkat ergonomis yang lebih tinggi. Warna hitam kini dipilih sebagai ganti dari warna silver pada HDR-HC7E. Sebagai tambahan, kini lens hood dari camcorder ini dapat dilepas.

Sony HDR-HC9

Seperti juga pada HDR-HC7E, HDR-HC9 ini masih menggunakan lensa profesional Carl Zeiss Vario-Sonnar T dengan kemampuan optical zoom hingga 10x dan sensor ClearVid CMOS berukuran 1/2.9 inci. Sensor ini mampu menangkap gambar hingga resolusi 2,28 megapixel. yang mungkin agak disayangkan adalah tidak digunakannya sensor Exmor yang digunakan pada produk handycam terbaru Sony.

Sama seperti produk yang digantikan, camcorder ini juga mampu menghasilkan gambar dengan kualitas resolusi 1080i dengan tampilan yang cemerlang meski dalam kondisi cahaya yang sangat minim. Tentu saja ini tak lepas dari pemasangan fitur Nightshot. Secara keseluruhan, kualitas rekaman camcorder ini mampu menampilkan perpaduan yang pas antara akurasi warna dan ketajaman gambar.

Sony HDR-HC9

Pengaturan manual juga masih tetap dapat dilakukan pada camcorder seperti pada generasi sebelumnya. Setidaknya white balance, ISO, shutter speed dan focus dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Bagusnya lagi pengaturan otomatis yang disediakan camcorder ini juga punya performa yang cukup bagus, jadi bila Anda tak terlalu paham dengan fungsi masing-masing setting, Anda cukup memilih pengaturan otomatis ini.

Pendek kata, camcorder ini layak dijadikan acuan bila Anda menginginkan hasil rekaman yang memuaskan. Situs Good Gear Guide memberikan 4 bintang pada produk yang dijual dengan harga US$1.000 atau sekitar Rp 11 jutaan ini. Situs ini juga menggaris bawahi disediakannya jack untuk mic dan headphone yang makin menambah mantap fitur bawaan camcorder ini.

Spesifikasi:

Sensor:1/2.9" ClearVid CMOS sensor
Lens:Carl Zeiss Vario-Sonnar T
Zoom:10x optical
Storage Media:miniDV/DVC tapes
Digital Picture Effect:Still, Flash Motion, Trail, Old Movie, Cinematic effect
Interfaces:AV Output, DC In, Firewire, HDMI Output, Headphone Jack, Microphone Jack , USB 2.0
Dimensions:82 x 82 x 138mm
Situs Resmi:www.sonystyle.com

0 komentar:

Posting Komentar